Minggu, 12 Juli 2015

5 Alasan Kenapa Harus Ke Dieng Saat Dieng Culture Festival

Saat kita berkunjung kesuatu daerah tentunya kita berusaha untuk mengetahui sebanyak mungkin tentang keunikan atau keunggulan daerah tersebut. Terlebih jika daerah tersebut menarik untuk dikunjungi. Kita akan berusaha untuk mengetahui dibagian mana dari daerah tersebut yang indah untuk didatangi. Atau keunikan budaya didaerah tersebut yang berbeda dari tempat kita berasal. Atau sebagian dari kita bahkan ingin mencicipi kuliner setempat baik hanya sekedar untuk ingin tahu atau menikmatinya.

Dieng sebagai salah satu daerah yang terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya sering menjadi alternatif kita untuk berwisata. Tapi tahukah anda bahwa mengunjungi Dieng saat diadakan festival budaya disana akan sangat menarik ketimbang saat hari-hari biasa.
Berikut 5 alasan kenapa kita harus ke Dieng saat Dieng Culture Festival :

1.       Jazzatasawan dan Lampion
Pernah kah membayangkan adanya konser musik di daerah pegunungan?, ya dalam pegelaran Dieng Culture Festival salah satu acaranya adalah digelarnya konser musik Jazz. Dan karena di gelar di area yang tinggi seperti Dieng maka di sebut JazzAtasAwan.
Alunan musik berpadu dengan keindahan alam Dieng dan dengan latar belakang Candi Arjuna menciptakan sensasi tersendiri yang tidak didapatkan saat menyaksikan konser di kota-kota besar. Sistem pencahayaan dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan siluet mistis yang indah dari Candi Arjuna. Ternyata peninggalan budaya masa lampau bisa berdampingan mesra dengan budaya kontemporer
Kesan menyatu dengan alam pun semakin terlihat saat penonton duduk direrumputan saat menikmati pertunjukan. Berbaur dengan masyarakat lokal menciptakan sensasi tersendiri mengamati masyarakat desa mencoba mengerti konseptualitas dari nilai-nilai musik yang universal.
Acara ini pun dilengkapi dengan menerbangkan ribuan lampion yang menciptakan sensasi tersendiri. Sungguh indah menyaksikan ribuan lampion membumbung tingi seolah menerangi dan memberi kehangatan di malam yang dingin dan gelap.


2.       Kesenian Tradisional
Sisi lain peninggalan budaya di masyarakat Dieng yang masih bertahan adalah keseniannya, dan dalam festival ini lah kita dapat menyaksikan dan mengabadikannya. Tidak banyak kesempatan lain kita dapat menyaksikannya karena telah langka dipentaskan. Seperti Tari Lengger/Topeng yang mengisahkan drama asmara antara Putri Sekar Taji dan Panji Asmoro Bangun. Kesenian Rodat dalam arak-arakan sesaji, Pentas wayang kulit dan sebagainya. Kemeriahan budaya yang berpadu dengan keindahan alam sehingga menciptakan suasana yang epic

3.       Potong Rambut Gimbal
Dalam festival ini kita dapat menyaksikan tradisi potong rambut yang unik, dimana anak-anak yang berambut gimbal yang dipercaya mempunyai kelebihan dari anak-anak lainnya melakukan ritual potong rambut yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Ritual ini hanya dapat dilakukan jika memenuhi permintaan dari anak rambut gimbal tersebut. Dan dengan bergotong royang masyarakat akan bersama-sama berusaha memenuhinya. Cermin dari kearifan budaya lokal yang sangat peduli terhadap sesama

4.       Menikmati Kuliner khas Dieng
Sambil berjalan-jalan di Dieng, tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner khas Dieng. Dalam festival ini terdapat acara bakar jagung dan minum wedang purwaceng bersama. Sangat nikmat mencicipinya dalam udara dingin karena menciptakan sensasi yang hangat. Di Dieng juga terkenal dengan mie onklok, sate sapi, dan tentu makanan tradisional tempe kemul

5.       Alam nya yang indah
Dan tentunya yang utama adalah pemandangan alamnya yang indah. Dieng merupakan dataran berbentuk plateau yang terdapat banyak gunung dan bukit yang indah untuk menyaksikan sunrise dan sunset. Dari mulai Sunrise di Bukit Sikunir yang terkenal keindahannya seantero asia tenggara, juga terdapat Gunung Prau, dan yang terbaru yang coba diangkat adalah Bukit Pangonan yang terkenal degan Tamannya. Selain itu dataran plateau juga menciptakan banyak Telaga yang indah seperti Telaga Warna, Telaga Pengilon, Telaga Cebongan, dan lainya. Juga terdapat Kawah belerang yang asyik dikunjungi yaitu Kawah Sikidang. Selain keindahan alamnya juga di Dieng terdapat peninggalan sejarah yang bernilai tinggi seperti Candi Arjuna, Candi
Bima, Museum Kailasa, dan Theater Dieng Plateu. Semua terdapat dalam satu area sehingga walau dengan berjalan kaki pun kita dapat mengunjungi semuanya. Ingin melihat kebesaran kuasa Ilahi dan penciptaan Nya yang indah, tidak berlebihan jika mengatakan Dieng merupakan representasi yang sempurna dari ke agungan alam Nya.

Sebagai tambahan informasi, Dieng Culture Festival diselenggarakan oleh masyarakat Dieng tu sendiri dan untuk tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke-6 yang dilakukan dari tanggal 31 Juli sd 02 Agustus 2015. Semoga daerah-daerah lain di Indonesia bisa menyelenggara acara serupa sehingga mengangkat nama daerah tersebut dan menjadi tujuan pariwisata
courtsey foto by twitter.com/FetivalDieng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar